Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak. Bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi. Di Negeri di Ujung Tanduk para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan. Bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Angso Duo, Tampuk Manggis, Durian Pecah … Wah, nama-nama apakah itu? Ternyata, itu adalah nama motif-motif batik Jambi yang diketahui Rizky! Lho, gimana ceritanya Rizky yang nggak suka membatik itu jadi tahu banyak tentang batik? Rupanya itu karena Rara, adiknya, akan mengikuti lomba membatik. Apakah Rara bisa memenangkan perlombaan itu? Apa yang terjadi di acara tersebut? Stt, kamu nggak aka…
Toru Amuro sekilas hanya terlihat sebagai detektif tampan berotak cemerlang yang terkesan dengan daya analisis Kogoro Mouri, yang akhirnya menjadi muridnya ...
Anes dan ibunya harus menjadi pemulung untuk bertahan hidup, namun tiba-tiba ibu menghilang entah ke mana. Kabar yang terdengar ibunya mengalami kecelakaan. Jadilah Anes hidup sendirian. Anes ingin sekali membeli sebuah boneka, maka ia pun menabung dan pekerjaannya mencari sampah. Saat uangnya cukup dan berniat membeli boneka yang diinginkan ia bertemu nenek misterius. Anes pun memberikan uangn…
Assalamualaikum. Seri JuiceMe ini rnemuat cerita-cerita pendek terpilih yang ditulis dari kisah nyata. Anak-anak usia 7-12 tahun yang mempunyai cerita seru seputar diri, orangtua, sekolah, guru, lingkungan, dan lainnya, bisa mengirimkan ceritanya untuk seri JuiceMe.
Sebuah cerita keseharian 7 orang anak dari seorang bapak pensiunan tentara. Mereka memiliki mimpi dan tujuan hidup masing-masing. Namun, mimpi mereka itu sering kali mendapat cibiran karena dianggap tidak melanjutkan budaya turun-temurun keluarga yang semua anak lelakinya menjadi tentara.
Novel Selamat Tinggal ini menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda bernama Sintong Tinggal atau biasa dipanggil dengan nama Sintong ia merupakan anak rantau. Ia diberi julukan “Mahasiswa Abadi” dan berhasil lulus di tahun ke-6 di salah satu Fakultas Sastra dengan skripsinya mengenai Sutan Pane. Sintong sendiri bekerja paruh waktu di toko buku “Berkah” milik pakliknya. Sebenarnya Si…